Fuel Injection Untuk Mesin 2 tak

Sistem injeksi bahan bakar (Fuel Injection) sebagai pengganti karburator sudah banyak digunakan pada sepeda motor 4 Tak, terutama yang bersilinder 2 buah atau lebih. Faktor efisiensi penggunaan bahan bakar dan rendahnya emisi yg dihasilkan mendorong penggunaan sistem injeksi bahan bakar menjadi lebih luas lagi. Bahkan saat ini mulai banyak sepeda motor 4 Tak silinder tunggal dan ber cc kecil yg ikut menggunakan sistem injeksi.

Bagaimana dengan mesin 2 Tak? Permasalahannya adalah jika dibandingkan dengan 2 Tak, sistem Fuel Injection jauh lebih mudah diterapkan pada mesin 4 Tak. Honda dan Bimota adalah contoh produsen sepeda motor yg meriset sistem injeksi untuk 2 Tak. Berikut adalah 2 buah metoda Fuel Injection untuk 2 Tak.

1. Injeksi Tidak Langsung (Indirect Injection)
Honda pernah menggunakan sistem ini di 1993 pada NSR500 Rothmans-Honda besutan Shinichi Itoh. Pada sistem ini, secara prinsip Nozzle injector hanya mengganti fungsi jet2 karburator. Nozzle ditempatkan pada bagian Intake mesin dan bersama-sama dengan udara masuk menuju bagian Crankshaft (Kruk As) untuk kemudian naik keatas menuju ruang bakar melalui lubang Transfer (Tranfer Port). Kelebihannya adalah bahwa ECU injeksi dapat selalu menyesuaikan suplai bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin secara akurat sehingga menjadi lebih efisien dalam hal konsumsi bahan bakar.

Tetapi masalahnya sistem Indirect Injection ini tidak menyelesaikan permasalahan emisi 2 Tak, karena campuran bahan bakar tetap digunakan untuk proses pembilasan (Scavenging) gas buang. Ini yg membuat emisi 2 Tak kotor, karena banyak campuran bahan bakar yg tidak terbakar dan langsung terbuang ke Knalpot. Maka dibutuhkan metode lain untuk mensiasatinya.

2. Injeksi Langsung (Direct Injection)
Pada sistem ini, Nozzle Injector ditempatkan langsung di ruang bakar (Cylinder Head). Sementara yg masuk melalui Reed Valve/membran hanya udara murni. Bensin mulai diinjeksikan setelah proses pembilasan oleh udara selesai alias setelah lubang buang kembali tertutup piston. Ini membuat tidak ada bahan bakar yg terbuang ke knalpot sehingga emisi yg dihasilkan jauh lebih bersih.

Tetapi ada satu permasalahan. Pada mesin 4 Tak, dari mulai bensin diinjeksikan sampai terjadi pembakaran terdapat 2 proses yg dilalui yaitu Langkah Hisap dan Langkah Kompresi. Dua langkah ini menyediakan cukup waktu untuk terjadinya percampuran yg homogen antara molekul bensin dengan molekul udara untuk kemudian dibakar.

Tidak demikian halnya dengan Direct Injection 2 Tak. Karena injeksi bensin terjadi setelah lubang buang tertutup maka langsung terjadi Langkah Kompresi. Sehingga tidak terdapat cukup waktu untuk terjadi percampuran bensin-udara yg homogen secara normal. Untuk mengatasinya maka dibuat metoda Injeksi Dengan Bantuan Udara / Air Assisted Direct Injection (ASDI). Nozzle injector tidak hanya menyemprotkan bensin, tapi juga udara bertekanan 5.5 bar secara bersamaan untuk mempercepat pencampuran bensin-udara yg homogen. Bimota 500 V-Due adalah contoh sepeda motor 2 Tak yg menggunakan sistem ASDI ini.

Perbedaan sistem karburator dan Direct Injection terlihat seperti berikut:

Tapi sayangnya Bimota 500 V-Due dihentikan produksinya karena Bimota tidak mampu menyelesaikan masalah campuran bahan bakar yg tidak konsisten dan ini menyeret perusahaan tersebut menuju krisis finansial. Sedangkan project NSR500 Fuel Injection juga dihentikan karena tidak menghasilkan reabilitas yg lebih baik dari sistem karburator, walaupun pada 1993 ditangan Shinichi Itoh motor ini memecahkan rekor sebagai motor GP500 pertama dalam sejarah yg sanggup menembus 200 mph (320 kph) di sirkuit HockenheimRing Jerman.

Tapi ada sebuah perusahaan Australia yg mengembangkan sistem ASDI untuk komersial, bernama ORBITAL ENGINE Corp. Mereka membuat sistem ASDI untuk NSR 125 HORNET, yg notabene konstruksi mesinnya amat mirip dengan NSR Thailand kita2 ini. Mereka mengklaim mampu mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengurangi Power mesin. Mungkin kalau saya punya dana, boleh juga untuk dicoba diterapkan di NSR150.

Intinya Kalau kita hanya memikirkan performa, maka karburator adalah yg terbaik untuk mesin 2 Tak kita. Tapi jika emisi dan efisiensi bahan bakar yg menjadi prioritas maka ASDI adalah solusi kedepannya.

~ by 17racing on January 5, 2009.

9 Responses to “Fuel Injection Untuk Mesin 2 tak”

  1. klo bebas emisi berarti knalpotnya kya ap tuh ribetnya kang,,,???mito aj make knalpot std kan gak bisa lari…ap yg ini jg bakal kya gitu…???nah klo diganti knalpot racing yg freeflow gitu kan bkn malah jadi gede lg emisinya…??secara ente klo bawa mtr kan gak pernha pelan kang…😆

  2. Ya setidaknya sistem ASDI dipasangi knalpot racing tetap menghasilkan emisi yg lebih rendah dibanding sistem karburator dengan knalpot racing, karena yg berkurang khan jumlah bensin yg gak terbakar waktu proses pembilasan. Klo bebas emisi sih kayaknya gak mungkin deh, namanya juga Mesin Pembakaran Dalam (internal combustion engine) hehe…🙂
    Gw klo bawa mtr pelan kok, atut ada apa-apa😆

  3. Harusnya sekarang sudah gak masalah lagi dengan adanya sistem direct injeksi common rail, bahan bakar yang diinjeksikan sudah berupa kabut (atomisasi) dengan tekanan sampai 150 bar. Tentu harus diatur oleh Electronic Control Unit yang mengatur timing injeksi dan banyaknya injeksi.

  4. Klo gw sih bener2 tungguin klo ada pihak yg mau menjual injeksi buat 2 Tak di Indonesia. 2 Tak sudah menjadi anak tiri. Seandainya saja huhuhu….😦

  5. good information ni gan…
    klo boleh tau perangkat di ASDI ni meliputi apa ja ya…?
    kira2 di motor dgn pengabutan bahan bakar yg menggunakan karburator
    bisa dirubah menjadi sistem injeksi tdk ya..?

  6. terus dikembangkan mesin 2 tak, secara prinsip mesin 2 tak lebih efisien dan ramh lingkungan jk menggunakn direct ijection

  7. […] ditulis di skripsi Wahyu Hidayat, Mahasiswa Unisma Bekasi. coba baca artikel cerdas tersebut bro (2 tak injeksi) untuk skripsinya bisa didownload di link ini Share this:FacebookLike this:LikeBe the first to like […]

  8. kalo mau ganti piston forged untuk ninja rr bagusnya merk apa ya?

  9. Could I register for your posts?? I don’t know how
    to do it and don’t want to miss your next ones.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: